BitCoin Award

Kamis, 03 Mei 2012



Sinopsis


LAYAR TERKEMBANG




         Dua saudara yang akrab itu sekarang tinggal bertiga bersama ayahnya karena ibunya meninggal 2 tahun yang lalu.  Tuti anak tertua dari Raden Wira Atmaja, bekas wedana di daerah Banten.  Tuti sudah berusia 25 tahun, sedang Maria adiknya berusia 20 tahun.  Mereka hidup dengan uang pensiunan di Jakarta ini.  Maria murid H.B.S. Carpentier Alting Stichting kelas penghabisan, dan Tuti sebagai Guru di sekolah H.I.S. Arjuna di Petojo.
         Sekarang hari minggu mereka berdua pergi ke gedung akuarium jam 7 pagi.  Berangkat dari rumah dengan mengayuh sepeda dengan perlahan-lahan.  Sesampainya di sana masih sepi karena masih pagi.  Mereka berdua pun masuk kedalam. Dan Maria terlena dengan indahnya ikan-ikan itu.  Tetapi lain lagi dengan Tuti yang tidak kagum sama sekali.
         Tak lama kemudian beberapa orang berdatangan, salah satu dari banyak orang yang datang ada seorang pria yang menyapa Maria, tak lama kemudian mereka keluar.  Dan mereka bertiga naik sepeda bersama-sama.  Yusuf pun menawarkan untuk mengantarkan mereka sampai di rumah.  Ternyata Yusuf juga sekolah di H.B.S. Carpentier Alting Stichting.
         Sesampainya di rumah Yusuf tidak mau diajak masuk katanya masih ada janji sama teman.  Setelah itu Ayahnya menyuruh mereka lekas ganti baju karena mereka akan pergi ke Jatinegara.
         Setelah lama berselang Yusuf meminang Maria, suatu ketika mereka akan menikah.  Maria jatuh sakit, dan disaat Maria sakit, Maria menyuruh Yusuf untuk menikahi Tuti kakaknya, setelah Yusuf menyetujui akhirnya Maria meninggal.  Yusuf pun menikah dengan Tuti.

Analisis

Intrinsik.
- Tema              : Moral
- Judul              : Layar Terkembang
- Alur                : Maju
- Setting            : Gedung akuarium, di jalan, di rumah.
- Srtting waktu: Pagi, siang, malam hari.
- Amanat           : Teguh dalam pendirian dan tidak mudah mengagumi suatu hal. Selalu memperjuangkan apa yang dicita-citakan dan tidak mudah putus asa.
Ekstrinsik.
- Nilai Moral        : Orang desa selalu menganggap bahwa agama itu dikerjakan kalau sudah tidak ada lagi yang diharapkan dari hidup.
- Nilai Sosial      : Saling menghargai  dalam  berpendapat  dan  saling  bersikap hormat-menghormati antara yang muda dengan yang tua.
- Nilai budaya      : Tuti menganggap kepercayaan itu harus sesuai dengan pikiran dan hatinya.
- Nilai Estetika    : Tema semakin maju karena sesuai dengan pikiran manusia yang semakin kompleks.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar