BitCoin Award

Sabtu, 22 November 2014

Bagaimana Rasanya dikhianati ??

Kali ini saya akan memosting kata-kata yang akan membuat kita tersadar :) coz lngsung ke TKP :D

   Kalau kita diminta untuk menceritakan tentang pengkhianatan , beuh , rasanya itu mudah sekali kita ceritakan. Seolah diri kita menjadi orang yang paling dizhalimi didunia ini. Hampir semua dari kita mungkin pernah merasakan betapa rasanya dikhianati. Dikhianati teman sendiri, istri yang dikhianati suaminya, suami yang dikhianati istrinya, pemodal yang dikhianati mitra kerjanya, karyawan yang kita rekrut untuk menangani proyek , eh, malah diam-diam merebut proyek kita. Begitu seterusnya.
    Tapi kita seolah tak sadar bahwa ternyata diri kita adalah pengkhianat yang sesungguhnya & nyata. Kita sering lupa bahwa kita sudah dimodali oleh Tuhan dengan berapa fasilitas. Kita diberi mata yang sehat, tapi kita menggunakannya untuk melihat sesuatu yang haram. Kita dimodali telinga yang normal, tapi ddipergunakan untuk mendengarkan suara-suara yang dilarang-Nya. Kita diberi tangan yang sehat, tapi digunakan untuk aktivitas yang tak membawa kebaikan. Kita diberi kaki yang sehat, tapi digunakan untuk melangkah ketempat yang dilarang-Nya.
    Padahal, hakikat penciptaan mata itu agar kita bisa lebih mudah menyaksikan hal-hal baik dan mengambil pelajaran yang lebih banyak dari segala peristiwa yang kita saksikan. Diciptakannya telinga agar kita mendengarkan hal-hal yang baik. Diciptakannya tangan sebagai fasilitas bagi kita untuk beraktivitas yang baik. Diciptakannya kaki agar kita melangkah ke majelis-majelis yang mulia.
    Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Mata kita adem
ayem saja saat digunakan untuk menonton televisi, tapi langsung meredup saat digunakan untuk membaca buku atau tadarus Al-quran. Telinga kita nyaman sekali saat digunakan mendengarkan gunjingan dan musik rock, tapi serasa panas saat mendengarkan tausyiah atau murottal. Tangan kita cekatan benar saat mengerjakan hal yang sia-sia nggk ada capeknya saat digunakan untuk ngeGame, tapi giliran diminta untuk mengerjakan sesuatu yang lebih berguna, malesnya bukan main, tapi giliran diminta jalan ke masjid atau majelis ilmu, serasa sangat berat.
    Dengan beragam pengkhianatan yang kita lakukan, lantas kita dengan mudah mengeluhkan permasalahan kepada-Nya. Kita merasa Allah tidak adil pada kita . Padahal, tanpa kita sadari, justru kitalah yang sudah tidak adil kepada allah. Kitalah yang sudah menzalimi dan mengkhianati-Nya.
    Bukanlah hal yang tabu, pada satu waktu kita mengiba kepada-Nya untuk mengabulkan hajat-hajat kita, tapi pada waktu lain kita membuatnya murka dengan berbagai perbuatan maksiat dan dosa-dosa. Pada satu waktu kita berdo'a agar do'a-do'a kita terpenuhi, tapi disisi lain kita mendurhakai-Nya dengan bermacam pelanggaran dan dosa.
    Pada satu waktu kita minta agar Allah mempercepat pengabulan do'a-do'a kita. tapi disisi lain dalam kewajiban kepada-Nya, kita suka sekali mengulur dan menunda-nundanya. Saat berdo'a saja, " Ya Allah, tolong segera karuniakan rezeki yang besar, jodoh yang soleh / solekhah, dan keluarga yang bahagia." tapi giliran dipanggil oleh Allah lewat Adzan-Nya betapa beraninya kita menunda-nunda sholat.
    Padahal , minimal 17 kali dalam sehari kita membaca ayat kelima dari surat Al-fatihah ini."Hanya kepada engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada engkaulah kami memohon pertolongan." lihatlah reaksi ayat tersebut. Dari ayat itu saja kita bisa dengan mudah memahami bahwa adab orang yang meminta pertolongan kepada tuhan adalah menyembah dulu, baru minta pertolongan. Kalau ibadah.nya lancar , insyaallah pertolongan Allah akan tepat pada waktunyadan tanpa diminta :)

Semoga dengan postingan saya kali ini kalian bisa sadar siapa orang yg pengkhianat sesungguhnya itu :) Life must Go On :) sekian dari saya terima kasih atas waktunya untuk melihat blog saya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar